Senin, 11 Oktober 2010

Catatan Selasa,, 12/08/2010 siang

Hmmm... Apa yang terbesit dalam rasa ini saat ini..
bingung.. bimbang.... harap... tak dapat diungkapkan..
Mencoba kuatkan hati ini dalam rindu akan masa lalu... cerita-cerita indah,kesal,kecewa,benci yang terbayang kini. kisah-kisah hidup ini yang buat ku trus berfikir dalam pencarian makna, pencarian hikmah,.
mencoba hilangkan kembali gambar-gambar buram yang telah terlukis... mencoba mencerahkan goresan-goresan yang terkena tinta hitam ataupun abu-abu. mengambil arti positif tuk kujadikan lampu atau lilin-lilin penerang jalan ini,agar bisa melihat sekeliling dan memandang lebih jelas.

Senin, 04 Oktober 2010

ISU Test Keperawanan Syarat Masuk Sekolah

hmmmm.....
ada lagi---lagi lagi ada yang aneh di bangsa ini.. bingung serta iba, malu serta miris akan bangsa ini.
Mendengar berita..di internet ataupun di televisi serta di radio. mengenai "Syarat masuk sekolah negeri" yaitu test keperawanan..hmmm dalam kepala ini yang terlintas hanya kata "aneh".
Apakah perlu itu dilakukan??. bagaimana bangsa ini bisa maju bila para petinggi bangsa ini hanya mengurusi hal-hal yang sangat tidak perlu dibahas, tidak perlu dijadikan wacana dimana ada hal yang lebih penting lagi hal yang dapat dibahas untuk meningkatkan kualitas pendidikan bangsa ini.

inilah bangsa ku..inilah negeriku kini NKRI teercinta.


"Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jambi Bambang Bayu Suseno, mengeluarkan wacana kontroversial soal penerimaan siswa baru (PSB) sekolah negeri di Jambi. Yakni, tes keperawanan bagi siswa lulusan SD-SMA. Jika tak lulus tes, alias tak perawan, seorang gadis tak bisa melanjutkan sekolah. Nah?

“Idenya sederhana. Bagi yang punya anak gadis, tentu takut anak-anaknya “dirusak” sebelum waktunya. Makanya, dengan tes keperawanan sebelum melanjutkan sekolah, anak-anak gadis otomatis bisa menjaga sendiri kehormatannya,” beber Bambang Bayu Suseno"


hmmm jelas tidak sesuai dengan undang-undang dasar yang pernah saya pelajari waktu sekolah..
yaitu tetang kebesan,hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Apakah ini tidak melanggar Undang-Undang yang menjadi dasar bangsa ini. kurang mngerti juga saya... saya hanya bisa berdoa semoga bapak-bapak petinggi yang terhormat bisa lebih pintar memilih permasalahn yang penting untuk dibahas dan menjadi wacana, bukan hal yang mengandung kontroversi yang tidak banyak gunanya.

AKU CINTA INDONESIA